Archive for category: Berita

Peresmian Layanan Paten Terpadu NTT: Mengakui Inovasi Lokal dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Kanwil Kemenkumham NTT, KUPANG – Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, turut serta dalam penyelenggaraan acara pembukaan Layanan Paten Terpadu (Patent One Stop Service) di Provinsi NTT pada hari Selasa, 25 Juni 2024. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Wilayah NTT dan merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan Kanwil Kemenkumham NTT.

Secara keseluruhan, sebanyak 24 Sertifikat Paten diberikan kepada Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang di NTT, dengan penyerahan simbolis kepada 4 pemilik hak paten. Di antaranya, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi NTT menerima Sertifikat Paten Biasa untuk inovasi “Sediaan Teh Instan yang Mengandung Serbuk Kulit Batang Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai Hepatoprotektor”. Selain itu, Sertifikat Paten Sederhana untuk invensi “Formula Beras Analog yang Mengandung Pati Gewang dan Tepung Kacang Hijau” milik Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana; P3M Politeknik Negeri Kupang dengan inovasi “Pintu Air yang Dapat Membagi Air secara Otomatis”, dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dengan inovasi “Minuman Beralkohol (Wine) Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) dan Nira Lontar (Borassus flabellifer)” masing-masing menerima Sertifikat Paten Sederhana.

Dr. Deddy Bernabas Lasfeto, ST., MT, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Kupang, menyoroti adanya “beberapa hak paten sederhana lainnya yang dimiliki oleh P3M Politeknik Negeri Kupang”. Ia menjelaskan secara rinci setiap Sertifikat Paten Sederhana yang dimiliki oleh P3M, termasuk “Sistem Pengendali Air Tenaga Surya”, “Drum Uap untuk Pembuatan Garam Laut”, dan “Mesin Menepung Gaplek dengan Menggunakan Pisau Cacah Sejajar Sumbu Poros Cacah”, yang mencantumkan nama-nama inventor yang terlibat.

“P3M Politeknik Negeri Kupang menjadi pemilik dari semua Sertifikat Paten Sederhana yang terdaftar, memberikan perlindungan hak eksklusif selama 10 tahun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten,” tambahnya.

Marciana Dominika Jone menegaskan pentingnya pendaftaran paten untuk melindungi invensi hasil riset dan penelitian. “Paten yang telah didaftarkan mendapat perlindungan selama 20 tahun sejak tanggal penerimaan,” katanya. “Paten sederhana dilindungi selama 10 tahun, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.”
“Dengan demikian,” ujarnya, “pendaftaran paten sangat penting agar invensi yang dihasilkan oleh periset atau peneliti terlindungi secara hukum karena paten yang tidak didaftarkan berpotensi besar untuk ditiru atau diduplikasi pihak lain dengan bebas.”


Secara keseluruhan, acara pembukaan Layanan Paten Terpadu di Provinsi NTT pada tanggal 25 Juni 2024 menandai momen penting dalam perlindungan dan pengakuan atas inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi, lembaga litbang, dan pelaku usaha di daerah tersebut. Marciana Dominika Jone, sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, secara simbolis menyerahkan 24 Sertifikat Paten kepada penerima-penerima yang telah berkontribusi dalam mengembangkan berbagai inovasi, baik yang bersifat praktis maupun teknologi tinggi.

Pentingnya pendaftaran paten tidak hanya sebagai pengakuan atas hak eksklusif atas inovasi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk melindungi hasil riset dan penelitian dari potensi peniruan atau duplikasi oleh pihak lain. Dengan masa perlindungan yang berbeda-beda—20 tahun untuk paten biasa dan 10 tahun untuk paten sederhana—sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, penerima paten diharapkan dapat mengoptimalkan nilai komersial dan pemanfaatan dari karya intelektual mereka.

P3M Politeknik Negeri Kupang, yang menjadi pemilik dari sejumlah Sertifikat Paten Sederhana, menunjukkan dedikasi mereka dalam mendorong inovasi lokal yang berdampak langsung terhadap pengembangan masyarakat dan industri di NTT. Keberhasilan mereka dalam mendapatkan perlindungan paten merupakan langkah awal yang penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan adanya kerja sama antara berbagai lembaga dan pemerintah dalam menggelar Layanan Paten Terpadu ini, diharapkan dapat memberikan stimulus lebih lanjut bagi pengembangan teknologi dan inovasi di Provinsi NTT, serta memperkuat posisi Indonesia dalam konteks global sebagai negara yang menghargai dan melindungi hak kekayaan intelektual. (Humas PNK)

PNK Memulai Kerjasama dengan INTACT Base Taiwan dalam Program INTENSE untuk Memajukan Pendidikan dan Industri

Direktur PNK Resmikan Kolaborasi dengan Taiwan dalam Acara Sosialisasi

PNK, KUPANG – Hari ini, Rabu, 29 Mei 2024, Politeknik Negeri Kupang (PNK) menggelar acara sosialisasi yang bersejarah di Auditoriumnya, menandai langkah baru dalam kemitraan antara Indonesia dan Taiwan. Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan meresmikan kerjasama baru antara PNK dan International Talent Circulation Base (INTACT Base) Taiwan-Indonesia.

Puncak acara adalah penandatanganan Memorandum Kerjasama (MoC) antara PNK dan INTACT Base. MoC tersebut menandai komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan dan mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan tinggi, dengan fokus pada internasionalisasi pendidikan.

INTACT Base, yang terdiri dari Universitas Cheng Shiu, Universitas Hsing Wu, dan Universitas Chaoyang, bersama PNK, sepakat untuk berkolaborasi dalam pembinaan bakat-bakat mahasiswa Indonesia melalui Program INTENSE, serta mempromosikan pengajaran dan pembelajaran bahasa Cina di Indonesia.

Selain penandatanganan MoC, acara ini juga menjadi wadah untuk membahas rincian kerjasama antara PNK dan INTACT Base dalam pengembangan bakat serta pendidikan bahasa Cina. PNK akan mengidentifikasi mahasiswa yang berpotensi untuk Program INTENSE dan mengedukasi mahasiswa tentang peluang tersebut, sementara INTACT Base akan memberikan dukungan dalam pengembangan kursus bahasa Cina di PNK.

Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara PNK dan INTACT Base serta membuka peluang baru bagi mahasiswa PNK untuk berkembang dalam lingkungan pendidikan internasional. Dalam pidatonya, Direktur PNK menyatakan komitmen institusi untuk terus memajukan pendidikan dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswanya.

Dengan acara ini, harapan akan kolaborasi yang produktif dan saling menguntungkan antara PNK dan INTACT Base semakin membara.

***
Kesimpulan dari acara sosialisasi ini adalah:

Kemitraan Baru: PNK dan INTACT Base Taiwan-Indonesia telah resmi menjalin kemitraan baru dalam bidang pendidikan tinggi, menandai awal dari kerjasama yang berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak.

Fokus Pendidikan Internasional: Kerjasama ini menekankan pentingnya internasionalisasi pendidikan tinggi dengan menawarkan kesempatan bagi mahasiswa PNK untuk mengembangkan diri melalui Program INTENSE di Taiwan dan mempromosikan pembelajaran bahasa Cina di Indonesia.

Tujuan Bersama: Melalui penandatanganan MoC dan diskusi lebih lanjut, PNK dan INTACT Base telah menetapkan tujuan bersama untuk memperkuat bakat mahasiswa, memajukan pendidikan bahasa Cina, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya saing.

Komunikasi dan Kolaborasi: Acara sosialisasi ini menjadi forum untuk memperkuat komunikasi antara kedua belah pihak dan mengidentifikasi area-area potensial untuk kolaborasi masa depan, termasuk pengembangan program dan inisiatif baru.

Dengan demikian, kesimpulan dari acara sosialisasi ini adalah bahwa kerjasama antara PNK dan INTACT Base membawa harapan akan perkembangan yang signifikan dalam pendidikan tinggi di Indonesia, sambil memperluas horison mahasiswa dan memperkuat koneksi internasional. (Humas PNK)

FGD Kurikulum Jurusan Teknik Sipil PNK: Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan yang Berkualitas

PNK, KUPANG – Jurusan Teknik Sipil di Politeknik Negeri Kupang (PNK), melalui Program Diploma III Teknik Sipil, S1 Terapan PJJ, dan S1 Terapan TPIPP, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Acara ini berlangsung di Auditorium Lantai 2 PNK pada Selasa, 4 Juni 2024

Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di PNK, FGD ini diinisiasi untuk melakukan evaluasi kurikulum program studi yang berada di Jurusan Teknik Sipil.

FGD ini melibatkan pembukaan oleh Wadir I PNK, sesi diskusi tentang kurikulum masing-masing program studi, presentasi hasil FGD oleh kelompok, dan penutupan oleh Wadir I PNK.

Pihak yang terlibat dalam acara ini meliputi perwakilan INTAKINDO, perusahaan-perusahaan terkait, dosen-dosen, dan staf pengajar Jurusan Teknik Sipil PNK.

Semangat kolaboratif yang ditunjukkan dalam FGD ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat sektor pendidikan dan industri. Diharapkan, hasil dari FGD ini akan membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan.

Maksud dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Jurusan Teknik Sipil di Politeknik Negeri Kupang (PNK) adalah untuk menciptakan sebuah forum kolaboratif dimana berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk perwakilan industri, dosen, staf pengajar, dan alumni, dapat berkumpul untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan saran yang konstruktif terkait dengan kurikulum dan proses pendidikan di jurusan tersebut.

Tujuan utama dari FGD ini adalah:

Meningkatkan Mutu Pendidikan: Melalui diskusi yang mendalam, FGD bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di PNK, khususnya dalam bidang Teknik Sipil. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif untuk meningkatkan standar pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Menyesuaikan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri: FGD bertujuan untuk merumuskan kurikulum yang relevan dengan tuntutan dan perkembangan industri saat ini. Melalui dialog antara akademisi dan perwakilan industri, diharapkan dapat teridentifikasi kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja, sehingga kurikulum dapat disesuaikan dengan baik.

Mengumpulkan Masukan dan Opini: Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengumpulkan masukan dan opini dari berbagai pihak terkait, termasuk alumni dan pengguna lulusan. Hal ini akan membantu dalam pemahaman lebih mendalam tentang kebutuhan dan harapan stakeholder terhadap pendidikan di jurusan Teknik Sipil.

Memperkuat Kolaborasi: FGD bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri. Melalui interaksi yang intensif dalam diskusi, diharapkan terjalin kerjasama yang lebih erat antara PNK dan perusahaan-perusahaan terkait, sehingga mampu menciptakan kesempatan kerja dan pengembangan profesional bagi lulusan.


Dengan demikian, FGD ini diharapkan dapat menjadi wahana yang efektif dalam mengoptimalkan pendidikan di Jurusan Teknik Sipil PNK, serta menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi dalam industri dan pembangunan bangsa. (Humas PNK)

“ALUMNI JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI KUPANG, YOSEF WANGGO, MEMBAWA KEAHLIANNYA SEBAGAI STAF AHLI ANALIS PERENCANAAN SDG’S DI KEMENTERIAN PUPR”

POLITEKNIK NEGERI KUPANG – Alumni Politeknik Negeri Kupang angkatan 2013, Yosef Wanggo yang biasa disapa Ryand, telah diberi kesempatan emas untuk berkontribusi sebagai Staf Ahli Analis Perencanaan Sustainable Development Goals (SDG’s) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Setelah melewati perjalanan pendidikan yang cemerlang di Politeknik Negeri Kupang, Yosef Wanggo menunjukkan dedikasi dan keahlian luar biasa dalam bidang Teknik Sipil. Dengan kebanggaan, ia telah ditunjuk sebagai Staf Ahli Analis Perencanaan SDG’s, menjadikannya sebagai salah satu perwakilan terbaik dari alumni Politeknik Negeri Kupang.

Sebagai Staf Ahli Analis Perencanaan SDG’s di Kementerian PUPR, Yosef Wanggo akan bertanggung jawab dalam melakukan analisis mendalam terkait implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s) dalam perencanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan pengetahuannya yang mendalam dan pengalaman dari studinya di Politeknik Negeri Kupang, Yosef siap berperan aktif dalam menyusun strategi dan pemodelan untuk mencapai target-target SDG’s yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Direktur Politeknik Negeri Kupang, Frans Mangngi, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Yosef Wanggo. Ia berkata, “Yosef adalah contoh nyata dari prestasi yang luar biasa dari para alumni kami. Kami bangga melihat bagaimana pendidikan yang kami berikan di Politeknik Negeri Kupang mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di negara ini.”

Yosef Wanggo sendiri merasa terhormat atas kesempatan yang diberikan kepadanya. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Politeknik Negeri Kupang atas dukungan dan bekal pendidikan yang telah diberikan selama masa studinya. “Saya berjanji akan melaksanakan tugas saya dengan dedikasi yang tinggi dan memanfaatkan pengetahuan serta keterampilan yang saya peroleh dari Politeknik Negeri Kupang untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang lebih baik bagi Indonesia,” kata Yosef Wanggo.

Dengan pencapaian Yosef Wanggo sebagai Staf Ahli Analis Perencanaan SDG’s, Politeknik Negeri Kupang sekali lagi memperkuat reputasinya sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa

Kontak Media: 082233088430

By. Angel Sare – Humas PNK| May 21,2023| Berita Alumni PNK

3 MAHASISWA PNK TERPILIH DALAM IISMA ASIA DAN EROPA

Politeknik Negeri Kupang- Sebuah prestasi yang menggembirakan, tiga mahasiswa yang berbakat dari Politeknik Negeri Kupang (PNK) telah berhasil lulus dan meraih Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2023. Prestasi ini menunjukkan kualitas pendidikan yang luar biasa di PNK serta dedikasi dan keunggulan akademik dari para mahasiswa. Tiga mahasiswa berbakat telah mengukir prestasi luar biasa yang akan membawa mereka ke kampus-kampus ternama di benua Asia dan Eropa untuk melanjutkan studi selama 4-6 bulan.

IISMA merupakan Program mobilitas internasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang memberikan kesempatan bagi  para mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam ilmu pengetahuan. Terpilih melalui serangakaian proses seleksi yang ketat dan berhasil tergabung dalam 1.692 mahasiswa yang berasal dari 31 provinsi di Indonesia menunjukan mereka bertiga mampu bersaing dan dipilih untuk melanjutkan studi di kampus-kampus terpilih di Asia dan Eropa.

Diwawancarai apa yang menjadi motivasi mengikuti IISMA, dengan suara yang semangat dan lantang Gilang Radian yang lolos ke Ondokuz Mays University Turki menyatakan “Saya ingin menjadi pelopor untuk menyuarakan Program IISMA bagi mahasiswa pada pendidikan vokasi di daerah NTT khususnya PNK yang merupakan generasi lanjutan. Saya percaya sesuatu dapat kita raih karena berdoa, usaha. belajar dan motivasi dari dalam diri sendiri serta keluarga.” Ujar Gilang yang  aktif menyuarakan lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat, sekaligus penerima beasiswa Pertamina Sobat Bumi dari Pertamina Foundation (2022-2024).

“Puji Tuhan kami mahasiswa PNK bisa lolos IISMA berkompetisi dengan mahasiwa se-Indonesia, bukanlah hal yang mudah”. terang Thevwil Wangge yang lolos ke International University of Applied Sciences Jerman. Terpilih melalui serangakaian proses seleksi yang ketat dan lulus, membuat mereka bangga karena dapat mewakili sekian banyak mahasiswa PNK, bahkan Indonesia untuk mengharumkan nama perguruan tinggi tercinta di negara luar.

Berhasil lolos uji  ke University of Technology and Management Polandia. turut menyatakan perasaannya “saya dan orang tua menangis karena sangat  bangga dan bersyukur, perjuangan 1 tahun tidaklah sia-sia”. Jelas Albert.

Menarik bahwa ketiga mahasiswa ini berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana. Albert Sinlaeloe merupakan anak seorang tenaga honorer yang telah bekerja selama 28 tahun pada KPP Pratama Kupang, Thewwil adalah seorang anak tenaga kontrak kemendes (Fasilitator) di Takari. bahkan Gilang Radian merupakan anak vatim. Berbeda dengan mahasiswa pada umumnva ketiga anak yang berasal dari latar belakang sederhana ini mempunyai motivasi dan keinginan belajar yang tinggi tanpa melihat keterbatasan seta kekurangan. Namun dengan segala kekurangan dan keterbatasan itulah yang memampukan mereka menerobos masuk pintu benua Eropa dan Asia.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Jems Sine mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian para mahasiswa ini  “Keberhasilan mereka di program IISMA adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan minat mereka yang mendalam dalam ilmu pengetahuan. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus mengembangkan potensi mereka.”

“Berdasarkan pengalaman, program ini terbukti memberikan perubahan bagi mahasiswa dan bagi PNK, bertemu dengan orang dari negara lain akan mempengaruhi cara pandang serta perubahan mental, mereka juga akan diperkaya dengan kecakapan berbahasa inggris, ini merupakan aset bagi PNK. Terbukti   Sudah 2 tahun PNK mengikuti program IISMA, 6 mahasiswa lolos  dengan tujuan yang berbeda yaitu; ke Jerman, Taiwan, dan Australia. Tahun ini adalah mereka bertiga, semoga tahun depan semakin banyak mahasiswa yang lolos.” Ujar Jems Sine

Direktur Politeknik Negeri Kupang, juga memberikan ucapan selamat kepada para mahasiswa. “Prestasi ini adalah cerminan dari komitmen kami dalam memberikan pendidikan yang berkualitas tinggi dan mendukung perkembangan bakat mahasiswa. Kami sangat bangga dengan pencapaian mereka dan berharap mereka meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan.”

Para mahasiswa akan segera memulai persiapan mereka untuk perjalanan ke kampus-kampus di Asia dan Eropa. Mereka akan mewakili PNK dengan bangga, menjalin hubungan internasional, dan terus mengilhami mahasiswa lainnya.

POLITEKNIK NEGERI KUPANG MENGENTASKAN EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT KAWASAN KUMUH MUARA ABU MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT

Kupang, 18 Mei 2023 – Politeknik Negeri Kupang (PNK) telah memperlihatkan dedikasinya dalam mewujudkan perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat kawasan kumuh Muara Abu. Kegiatan yang diawali dengan Peresmian hasil kegiatan atau launching PKM PNK dilaksanakan pada Kamis sore, 22 Desember 2022 oleh Direktur PNK, Frans Mangngi, S.T., M.Eng yang ditandai dengan serah terima luaran dari PNK kepada Lurah Oesapa Barat, Christian F. Chandra, S.H. dan dihadiri oleh para Dosen serta msyarakat kawasan tersebut. Melalui program pengabdian masyarakat yang inovatif, dosen-dosen PNK telah berperan aktif dalam memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Dalam upaya untuk memberikan solusi yang berkelanjutan terhadap kemiskinan dan ketertinggalan di kawasan kumuh Muara Abu, PNK telah menginisiasi sejumlah program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.

Salah satu program utama yang dilakukan oleh PNK adalah Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kawasan Kumuh Muara Abu. Melalui program ini, dosen-dosen PNK bekerja sama dengan komunitas setempat untuk memberikan pelatihan keterampilan, pembinaan bisnis, dan akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk memulai usaha mikro dan kecil. Dalam beberapa tahun terakhir, program ini telah berhasil melahirkan sejumlah usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.

Direktur Politeknik Negeri Kupang melalui Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Kupang “Kegiatan PKM berupa peningkatan kapasitas SDM, bantuan teknologi tepat guna, pengetahuan manajemen, dan pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha wisata untuk pelaku usaha kecil di Muara Abu. Semua jurusan di PNK yakni: Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Akuntansi, Administrasi Bisnis, dan Pariwisata, berkontribusi terhadap tema yang sama,” ungkap Dr. Deddy Lasfeto

Selain itu, PNK juga telah meluncurkan Program Penyuluhan dan Peningkatan Pendapatan Sosial Masyarakat Kawasan Kumuh Muara Abu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan lingkungan. Dosen-dosen dan mahasiswa PNK terlibat aktif dalam menyediakan penyuluhan, pelatihan, dan kegiatan sosial yang membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat

“Politeknik Negeri Kupang membantu dengan melakukan pendampingan, pelatihan, dan memberikan sarana prasarana berupa 7 (tujuh) unit lapak kontainer dagang yang ditempatkan tanah milik pribadi dan umum, Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan kumuh Muara Abu, PNK berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata,” kata Chris Chandra.

Kegiatan PKM bagi masyarakat mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang, sehingga Pemerintah mengharapkan keberlanjutan kegiatan yang sama dengan inovasi-inovasi yang terus dikembangkan oleh PNK dan diaplikasikan kepada masyarakat di wilayah-wilayah lain di Kota Kupang pada tahun-tahun selanjutnya.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat PNK “Kami percaya bahwa melalui kolaborasi dan keberlanjutan program ini, kita dapat menciptakan perubahan yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Muara Abu.” Ujar Deddy Lasfeto

Program pengabdian masyarakat PNK di kawasan kumuh Muara Abu tidak hanya memberikan dampak langsung pada masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan berharga bagi dosen dan mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan. Top of Form

UJI KOMPETENSI MAHASISWA JURUSAN PARIWISATA POLITEKNIK NEGERI KUPANG

Kupang- Sebanyak 50 mahasiswa Jurusan pariwisata Politeknik Negeri Kupang mengikuti Uji Komptensi Skema Kepemaduan Wisata (Tour Guide). Uji Kompetensi ini dilaksanakan di Hotel Neo Eltari Kupang pada jam 09.00 sampai selesai di Hotel Neo Eltari Kupang. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Politeknik Negeri Kupang dan LSP Pariwisata Angin Mamiri (LSP AM) sebagai salah satu LSP yang mendapat penugasan untuk sertifikasi SDM Bidang Pariwisata dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  di Tahun 2023.

Hadir pada pembukaan yang mewakili Politeknik Negeri Kupang adalah Kepala Unit Pelatihan dan Sertifikasi pak Nikson Fallo ST.,M,Eng. Dalam arahannya saat pembukaan beliau mengatakan bahwa sertifikasi Kompetensi memberikan pengakuan terhadap kompetensi  Tour Guide terhadap peserta yang mengikuti dan jika dinyatakan Kompeten sehingga para peserta yang nantinya mendapat sertifikat tersebut harus menjaga dan mempertanggung jawabkan kompetensi sesuai skema yang diikuti. Unit Kompetensi dari skema Pariwisata berstandar Kulifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI) dan Asean sehingga peserta yang memiliki sertifikat tersebut diakui semua stake holder seluruh Indonesia bahkan Asean.Ujar Nikson.

Harapan ke Depan semua pembelajaran ada link and match dengan skema yang diujikan karena unit kompetensi dari skema yang diujikan merupakan hasil kesepakatan bersama antara stake holder khusunya bidang parawista dengan kementrian Pariwisata dan kementrian tenaga kerja. Artinya kompetensi yang ada di skema Pariwisata adalah kompetesi yang dibutuhkan di dunia Pariwisata.

By Humas PNK | May 15, 2023 |Berita PNK

KELAS KOLABORASI POLITEKNIK NEGERI KUPANG HADIRKAN 23 DOSEN PRAKTISI

Politeknik Negeri Kupang – Program Praktisi Mengajar angkatan 2 untuk Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Kupang telah berlangsung. Program ini diawali dengan launching pada 4 Mei 2023 dan dibuka secara resmi oleh Direktur PNK. Launching yang dilaksanakan secara luring dan during melibatkan para wakil direktur, para ketua jurusan, para ketua program studi, para dosen pendamping, koordinator dan sub koordinator, serta turut diundang 23 praktisi/pakar yang sudah dipercayakan untuk membantu kegiatan Program Praktisi Mengajar di PNK.

“Program Praktisi mengajar ini menjadi salah satu bentuk akselerasi yang dilakukan oleh Kementrian. Perkuliahan di kelas akan semakin diperkaya oleh praktisi sebagai sumber belajar, mahasiswa akan diuntungkan dalam dua hal dari kolaborasi ini yakni penguatan filosofi, teori, dan metodologi yang berasal dari dosen sekaligus mendapatkan wawasan dari praktisi yang berbagi dengan pengalamannya”. Kata Direktur Politeknik Negeri Kupang Frans Mangngi dalam sambutannya. 

Frans Mangngi mengatakan pada tahun lalu jumlah kelas kolaborasi berjumlah 20, maka pada tahun ini bertambah menjadi 33 kelas. “Artinya secara kuantitatif, kinerja kita dalam menghadirkan praktisi ahli ke kampus meningkat, dan kita berharap bukan saja dari sisi kuantitatif melainkan kualitatif dapat memberikan pengalaman baru bagi dosen dan secara khusus bagi mahasiswa”.

Praktisi Mengajar yang merupakan program inisiasi Kemendikbudristek untuk mendorong kolaborasi aktif dari praktisi ahli dengan para dosen dalam mata kuliah yang disampaikan di kelas. Program yang diluncurkan pada 2022 lalu ini adalah salah satu program unggulan dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan Praktisi Mengajar dimaksudkan untuk  menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia kerja dan dunia industri (DUDI) serta menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Pada penerapannya, kegiatan ini memungkinkan mata kuliah untuk dirancang dan dikelola bersama oleh dosen dan praktisi.

Lita A.Ndoloe menyampaikan melalui sambutannya sebagai Koordinator Program Praktisi Mengajar Perguruan Tinggi PNK “Pada pelaksanaan Praktisi Mengajar tahun sebelumnya, semua pembiayaan ditangani di pusat dan tahun ini LPDP memberikan kepercayaan kepada perguruan tinggi untuk mengelola. Tahun ini politeknik mendapat 33 Rencana Kelas  Kolaborasi (RKK) dua. Melalui program ini mahasiswa akan mempunyai pengalaman nyata tentang cara mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan di dunia kerja. Selain itu, PNK juga memperoleh daya UNGKIT untuk pencapaian Indikator kinerja, khususnya IKU 4 dan IKU 7, terkait dengan jumlah praktisi yang mengajar di kampus, dan juga kelas kolaborasi yang dijalankan.”

Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu, Aloysius Leki yang dipercayakan sebagai Moderator dalam kegiatan tersebut kembali menyampaikan “Kami atas nama pimpinan PNK bersyukur serta mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah memberikan kepercayaan kedua kali untuk PNK untuk berkontribusi dalam pelaksanaan Praktisi Mengajar. Program yang merupakan salah satu icon MBKM diharapkan mampu mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan para dosen agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar civitas academika perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja.”

 Aloysius Leki menambahkan “Kita mempersiapkan agar bukan menguasai teoritis saja bahkan secara aplikatif menghadapi permasalahan di lapangan. Semoga para pimpinan pengelola jurusan bersama dengan para dosen pembimbing lebih memberikan kontribusi dan proaktif sehingga semakin banyak kelas kolaboratif bisa diselenggarakan di PNK.”

Tahun ini antisiasme cukup tinggi, terlihat dari 133 Dosen praktisi/pakar yang tertarik untuk berkoloborasi dalam program Praktisi Mengajar Tahun 2023 namun yang diterima hanya 23 orang, Kata Frans Mangngi dalam sesi terakhir Launching Program Praktisi Mengajar Angkatan 2. “Civitas Akademika PNK memberikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada 23 Dosen Praktisi yang telah berbagi keilmuan dan pengalaman, semoga  kerjasama yang telah terjalin ini memberikan dampak positif bagi seluruh peserta dan kolaborasi dalam berbagai pengembangan ilmu pengetahuan.”

Mahasiswa Vokasi PNK Raih JUARA 1 dalam Ajang KPI ke-13

Politeknik Negeri Kupang – Politeknik Negeri Kupang mengikuti ajang Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) ke-13 pada 3-5 Mei 2023. Terlibat dalam acara ini merupakan suatu bukti bahwa PNK memberikan dukungan terhadap potensi budaya dan pariwisata Indonesia.

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Jurusan Administrasi Niaga Program Studi D-3 Usaha Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Bandung merupakan sarana bagi mahasiswa untuk pengembangan dan peningkatan potensi mahasiswa dengan memperebutkan piala bergilir dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini KPI ke-13 diikuti oleh 472 orang dari 48 perguruan tinggi di 12 provinsi Indonesia dan 5 negara asing seperti Meksiko, Jerman, Tiongkok, Turki dan Mesir. Kompetisi yang diadakan selama tiga hari dan di tiga tempat, yakni Politeknik Negeri Bandung, The Papandayan Hotel, G.H. Universal Hotel dan Morning Glory Coffee.

Ketua Jurusan Pariwisata PNK Feny Susana Eky, SS.,,M.A. mengapresiasi kegiatan Kompetisi Pariwisata Indonesia yang diusung oleh Politeknik Negeri Bandung.

“Dengan pencapaian ini kami sangat senang dan bersukacita apalagi lomba ini sudah berskala International, sebelum mahasiswa mengikuti kompetisi ini banyak persiapan yang sudah mereka lakukan baik tourism quis, table set up, making bed, short movie, dan photography. mahasiswa kita juara 1 untuk mata lomba tourism quis.”

Merasa bangga dengan pencapaian mahasiswa bukan menjadi titik akhir dari kami selaku pimpinan jurusan yang juga sebagai Dosen di bidang pariwisata. Dengan bahagia ia menuturkan kami berikan dukungan terbaik.

“Harapan saya, semoga para pengajar mengerahkan kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa sesuai dengan komposisi di bidang pariwisata. Serta memberikan motifasi untuk membangkitkan semangat para mahasiswa agar  lebih menumbuhkan kemampuan intelektual dan mempertajam skill”. Ujarnya saat ditemui disela-sela melakukan foto bersama Direktur dan ketiga mahasiswa yang menjuarai lomba tersebut, Rabu, (9 Mei 2023).

Sementara itu Gregorio yang mewakili kedua orang temannya yang ditemui langsung di lobby PNK mengatakan bahwa , “Ajang ini merupakan ajang kompetisi berskala international, kami bangga bisa juara 1, terima kasih untuk dukungan para dosen dan juga pimpinan jurusan maupun lembaga yang sudah memfasilitasi kami sehingga kami boleh percaya diri untuk tampil dan membawa nama lembaga tercinta PNK”.

Dari perjuangan mereka ini, dengan berbekal materi teori maupun praktek selama perkuliahan dan persiapan selama 1 bulan membawa Gregorio bersama teman-temannya mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di dalam maupun di luar negeri, bahkan mereka bisa meraih prestasi yang membanggakan bagi semua civitas Politeknik Negeri Kupang.

Angel sare

Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah

Segenap Civitas Akademika Politeknik Negeri Kupang mengucapkan : “Harta yang paling bernilai adalah kesabaran. Rekan yang paling setia adalah amal. Ibadah yang paling indah adalah keikhlasan. Identitas tertinggi adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. Mohon maaf lahir batin, Selamat Hari Raya Idul Fitri.”